Gunung Slamet yang lebih dikenal
pendakian lewat Bambangan, Purbalingga nampaknya sudah tidak asing lagi bagi
kalangan pendaki baik dari luar maupun dalam daerah. Tapi ini sedikit berbeda
dari Gunung Slamet via Bambangan yaitu pendakian dari Gunung Malang. Walaupun
sama sama daerah Purbalingga namun Gunung Malang menyajikan warna yang berbeda.
Gunung Malang merupakan jalur konservasi alam pendakian Gunung Slamet yang
telah dikelola oleh pihak PERUM PERHUTANI KPH BANYUMAS TIMUR bersama LMDH
GUNUNG SLAMET yang tidak lupa merangkul GUPALA kini sedang ramai-ramainya para
penikmat sunrise untuk menikmati di Gunung Malang yang berada di POS I nya atau
disebut Wadas Gantung. Meskipun tidak banyak yang ingin melanjutkan ke
puncak Gunung Slamet melalui jalur ini, pemandangan sunrise dari Wadas Gantung
sudah benar-benar worth it bagi penikmatnya ditambah lagi jika cuaca cerah
kalian dapat bonus Milky Way yang
memanjakkan mata di kala malam hari.
Hello Banyuwangi! Kota yang
menjadi salah satu destinasi dalam bucket list saya sejak dulu yang dikenal
banyak kalangan wisatawan terutama kawah ijen dan baluran. Nah, mumpung nih di
tahun 2018 ini saya lihat-lihat banyak tanggal merah berdekatan maupun HARPITNAS (Hari Kejepit Nasional) saya
atur deh rangkaian trip menuju Banyuwangi ini. Itinerary emang penting lur,
walaupun terkadang kita dalam berkelana seringkali melakukan hal-hal yang ada
diluar rencana kita. Tersusunlah rencana, yang awalnya start dari Purwokerto –
Surabaya, Surabaya – Banyuwangi akhirnya saya putuskan untuk start from
Yogyakarta. Tiket sudah saya booking
semenjak 2 minggu sebelum pemberangkatan, karena musim liburan dijamin tiket
bakalan sold out. So, Kali ini saya akan share pengalaman trip ke Banyuwangi
dan Bonus trip ke Surabaya super murah!
“Ah! Bosan lah nongkrong di café
Purwokerto yang itu-itu aja dengan konsep yang sama”
“Ah! Paling juga di café sibuk
mainan hape dengan disediakannya wifi gratisnya”
“Ah! Berisik dan ramai nih sekalinya
mau nongkrong”
Purwokerto sepertinya sudah
terlalu banyak café di pusat perkotaan, mungkin kalian ingin suasana nongkrong
asyik yang berbeda dengan yang lain. Eits! Bukan berarti menjatuhkan café di
Purwokerto loh ya, setiap individu itu unik dan tentunya memiliki selera
masing-masing. Kalau bajet emang lagi high ya sesekali nongski di café or
resto, bajet pas pasan pengin ngopi ya bisa di café or coffee shop, atau
bener-bener minimalist ya bisa deh di angkringan.





